Halo teman-teman!
Pernah merasa jawaban AI kadang pas banget, tapi kadang melenceng jauh? Sering kali bukan karena AI-nya yang “salah”, tapi karena cara kita memberi instruksinya kurang jelas. Dengan menyusun permintaan yang tepat, hasil yang keluar bisa jauh lebih relevan dan mudah dipakai.
Di bawah ini adalah beberapa cara sederhana untuk membuat instruksi yang lebih efektif, lengkap dengan contoh yang bisa langsung kamu gunakan.
1. Minta Lebih dari Satu Opsi
Saat mencari ide, beberapa pilihan sekaligus lebih membantu dibanding satu jawaban saja. Pendekatan ini memberi ruang untuk membandingkan dan memilih solusi terbaik.
Contoh prompt:
Kamu adalah seorang konsultan bisnis strategis dengan pengalaman lebih dari 20 tahun membantu perusahaan mengatasi masalah pertumbuhan.
Saya membutuhkan bantuanmu untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan untuk [tantangan bisnis tertentu].
Tolong buat 4 strategi yang benar-benar berbeda satu sama lain, bukan variasi dari ide yang sama.
Susun jawaban dengan judul yang jelas untuk setiap opsi, lalu beri ringkasan singkat di akhir yang menjelaskan perbedaan utama antar strategi.
2. Beri AI Sebuah Peran atau Karakter
Dengan memberi karakter, arah jawaban jadi lebih fokus dan terasa lebih “hidup”.
Contoh prompt:
Kamu adalah Chef Marco, seorang koki Italia yang penuh semangat dengan pengalaman lebih dari 20 tahun.
Kamu ahli dalam masakan Italia regional dengan bahan segar dan sederhana
Kamu menjelaskan teknik memasak dengan cara mudah dipahami oleh pemula
Kamu memberi alternatif bahan yang sulit ditemukan
Sesekali kamu berbagi cerita singkat tentang asal-usul hidangan
Pertanyaan memasak saya adalah: [pertanyaanmu]
3. Minta Gaya Jawaban Tertentu
Gaya penjelasan dapat mengubah cara kita memahami sesuatu. Dengan memberi arahan gaya, jawaban jadi lebih sesuai kebutuhan.
Contoh prompt:
Saya ingin kamu menjawab sebagai “The Explainer” — bayangkan kamu adalah tetangga yang suka menjelaskan hal rumit dengan cara sederhana.
Berikut cara menjawabnya:
Gunakan bahasa sehari-hari, bukan istilah teknis
Hindari jawaban yang terasa kaku
Mulai dengan contoh atau analogi singkat
Buat kalimat pendek dan mudah dibaca
Jika perlu membuat daftar, cukup 3–5 poin
Kalau ada yang kurang jelas, tanyakan
Akhiri dengan kesimpulan praktis
Pertanyaan saya adalah: [pertanyaanmu]
4. Minta Format Output yang Spesifik
Bentuk output sangat menentukan kegunaan jawaban. Jika butuh tabel, struktur, daftar belanja—jelaskan sejak awal.
Contoh prompt:
Kamu adalah ahli nutrisi yang fokus pada perencanaan menu. Saya butuh kamu membuat rencana makan 7 hari untuk meningkatkan asupan protein sambil tetap berada dalam defisit kalori.
Formatkan jawaban persis seperti ini:
Mulai dengan pengantar singkat maksimal 3 kalimat
Buat tabel dengan kolom:
Hari (Senin–Minggu)
Sarapan (kalori + protein)
Makan Siang (kalori + protein)
Makan Malam (kalori + protein)
Camilan (kalori + protein)
Total Harian (kalori + protein)
Setelah tabel, buat bagian “Daftar Belanja” berisi:
Protein
Sayuran
Buah
Biji-bijian
Susu/Alternatif
Bahan Dapur
Akhiri dengan tepat 3 tips persiapan.
Total kalori sekitar 1.800 per hari dan minimal 120g protein.
5. Chained Prompting (Prompt Bertahap)
Meminta hasil akhir secara bertahap cenderung lebih solid daripada minta semuanya langsung.
Contoh prompt:
Prompt 1: “Brainstorm 10 judul artikel tentang manfaat meditasi untuk profesional sibuk.”
Prompt 2: “Saya suka judul nomor 4. Buatkan outline lengkap dengan pendahuluan, tiga bagian utama berisi bullet points, dan penutup.”
Prompt 3: “Tulis artikelnya sekitar 800 kata dengan gaya percakapan.”
6. Few-Shot Prompting
Memberi beberapa contoh membuat AI meniru pola yang kamu mau.
Contoh prompt:
Contoh 1:
Kursi Camping UltraComfort menggabungkan bobot ringan dengan desain ergonomis. Mudah dilipat, ringkas, dan dilengkapi tempat gelas.Contoh 2:
Ketel Nomad Trail adalah teman ideal untuk hiking. Terbuat dari stainless steel ringan, cepat mendidihkan air, dan mudah masuk ke tas apa pun.Sekarang, buat deskripsi produk untuk tas ransel perjalanan.
7. Jelaskan Secara Spesifik dan Jelas
Instruksi kabur menghasilkan jawaban yang kabur juga.
Contoh prompt:
Bandingkan Honda Civic 2024 dan Toyota Corolla 2024 dari segi efisiensi bahan bakar, fitur keselamatan, dan teknologi standar.
8. Beri Lebih Banyak Konteks
Konteks membantu AI memberi jawaban yang lebih tepat sasaran.
Contoh prompt:
Kamu adalah konsultan pemasaran yang fokus membantu bisnis lokal baru. Saya butuh strategi pemasaran untuk kedai kopi saya.
Detailnya:
Bisnis baru
Lokasi di pusat Bristol, dekat kantor dan kampus
Target: pekerja kantor & mahasiswa
Keunggulan: kopi berkualitas tinggi, pastry vegan, suasana tenang
Budget: £400 untuk bulan pertama
Tujuan: meningkatkan kunjungan hari kerja dalam 3 bulan
Tolong buat rencana pemasaran murah dan bisa langsung dijalankan.
9. Gunakan Delimiter
Sebagian besar model bahasa dilatih dengan data terstruktur seperti XML dan JSON. Kamu bisa memakai format serupa agar prompt lebih mudah dipahami oleh AI.
Saat kamu menyertakan teks panjang (misalnya artikel atau kode), gunakan delimiter seperti triple quotes ("""), triple backticks (```), atau tag XML (<text>Text di sini</text>) untuk memisahkan instruksi dari data.
Kamu juga bisa memakai delimiter XML untuk mengajarkan pola respons tertentu pada AI.
Contoh prompt:
Tugasmu adalah mengategorikan feedback pelanggan ke dalam tiga kategori: Laporan Bug, Permintaan Fitur, atau Pujian.
<example>Tombol ekspor PDF tidak berfungsi. Saat saya klik, tidak terjadi apa-apa.</example> <output>Laporan Bug</output>
<example>Saya suka desain dashboard baru! Jauh lebih bersih dan mudah digunakan.</example> <output>Pujian</output>
Sekarang kategorikan feedback berikut:
<example>Akan sangat membantu jika ada mode gelap. Lebih nyaman dipakai malam hari.<example> <output>
Cukup dengan memperjelas instruksi, memberi konteks, dan mengarahkan format, kualitas jawaban AI bisa meningkat jauh. Mulai coba satu atau dua teknik di atas, dan kamu akan langsung merasakan bedanya.
Kalau kamu punya pengalaman menarik saat menggunakan prompt tertentu, atau ada trik yang menurutmu ampuh banget, tulis di kolom komentar ya. Kita bisa belajar bareng dan siapa tahu inspirasimu bermanfaat buat orang lain juga.
Dan kalau kamu merasa artikel ini membantu, jangan ragu untuk membagikannya ke teman-temanmu. Siapa tahu satu share kecilmu bisa jadi pemantik kreativitas mereka juga.

Comments
Post a Comment