Apa Itu WordPress? Mengenal CMS Terpopuler bagi Pemula

Pada dasarnya, WordPress memungkinkan siapa pun membuat situs web atau blog sendiri. Jutaan situs web di seluruh dunia telah dibangun menggunakan WordPress, mulai dari toko online dan usaha kecil, hingga entitas besar yang dikenal luas seperti NASA, Walt Disney Company, dan Facebook Newsroom.

WordPress sendiri adalah sebuah content management system atau CMS. Secara sederhana, ini merupakan alat atau platform gratis yang membantu seseorang membuat, mengedit, dan mengelola situs web atau blog miliknya sendiri tanpa perlu mempelajari kode pemrograman. Baik untuk pemilik usaha kecil, blogger, maupun calon pengusaha, WordPress menyediakan platform untuk menampilkan gagasan, produk, dan layanan mereka kepada dunia.

WordPress pertama kali dirilis pada 27 Mei 2003 oleh Matt Mullenweg dan Mike Little, sebagai kelanjutan dari proyek open source sebelumnya bernama b2/cafelog. Pada awalnya, WordPress dirancang sebagai platform blogging sederhana. Seiring waktu, berbagai pembaruan fitur ditambahkan hingga platform ini berkembang menjadi CMS serbaguna yang mampu menangani berbagai jenis situs, mulai dari blog pribadi hingga toko daring dan situs profil perusahaan.

Ilustrasi WordPress untuk membuat dan mengelola website atau blog melalui website builder

Contoh-Contoh Situs yang Dibangun dengan WordPress

Lebih dari 40% seluruh situs web di dunia dibangun menggunakan WordPress. Angka ini menunjukkan bahwa WordPress adalah platform yang dapat diandalkan, aman, dan berkelanjutan untuk digunakan dalam jangka panjang. Berikut beberapa contoh jenis situs yang telah dibangun di atas WordPress.

Pertama, Art Gallery of Ballarat, yang berlokasi di Australia. Situs ini menampilkan koleksi karya seni yang luas, menyelenggarakan pameran, dan juga menjual perhiasan, suvenir, serta aksesori.

Kedua, situs web bisnis milik sebuah perusahaan jasa perpipaan yang berbasis di Cape Town. Halaman utamanya berisi informasi yang bermanfaat, mulai dari penjelasan layanan, testimoni pelanggan, hingga lokasi dan cara menghubungi perusahaan tersebut.

Ketiga, Minimalist Baker, sebuah blog kuliner yang menyajikan resep-resep sederhana, tempat berbelanja peralatan dapur, sekaligus sumber informasi seputar memanggang dan memasak.

Keempat, sebuah situs web bernama Mrs. O. Around the World, yaitu blog perjalanan mewah yang berisi kiat perjalanan, panduan, dan berbagai informasi lainnya.

Ilustrasi empat jenis website berbasis WordPress: galeri seni, jasa perpipaan, blog resep, dan blog perjalanan

WordPress sebagai Perangkat Lunak Open Source

Hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa WordPress bersifat open source. Artinya, ini adalah perangkat lunak gratis yang dapat diunduh dan digunakan oleh siapa saja, sekaligus terbuka bagi siapa pun untuk berkontribusi pada kode program atau pada area lain dari WordPress untuk membantu menyempurnakannya. Bahkan pembaca artikel ini sekalipun dapat ikut terlibat dalam pengembangannya, misalnya dengan melaporkan bug, menerjemahkan antarmuka ke bahasa lain, atau turut menulis dokumentasi.

Sifat terbuka ini berarti keberlangsungan WordPress tidak bergantung pada satu perusahaan tunggal, melainkan dijaga oleh komunitas pengembang di seluruh dunia yang terus memperbarui dan menyempurnakan platform ini dari waktu ke waktu. Komunitas ini juga secara rutin menyelenggarakan acara bernama WordCamp di berbagai negara, termasuk Indonesia, sebagai wadah berbagi pengetahuan seputar pengembangan dan penggunaan WordPress.

WordPress.org dan WordPress.com: Dua Hal yang Berbeda

Satu kebingungan yang sering dialami pemula adalah membedakan WordPress.org dan WordPress.com, padahal keduanya merujuk pada hal yang berbeda. WordPress.org adalah tempat mengunduh perangkat lunak WordPress secara gratis untuk dipasang di layanan hosting pilihan sendiri, sesuai dengan sifat open source yang sudah dibahas sebelumnya. Pengguna WordPress.org memiliki kendali penuh atas situsnya, termasuk kebebasan memilih tema dan plugin apa pun.

Sementara itu, WordPress.com adalah layanan yang dikelola oleh perusahaan Automattic, tempat pengguna dapat membuat situs tanpa perlu mengurus hosting sendiri. Sebagai gantinya, sejumlah kebebasan seperti pemasangan plugin pihak ketiga umumnya dibatasi, kecuali pengguna berlangganan paket tertentu. Perbedaan ini penting dipahami sejak awal, karena memengaruhi seberapa besar kendali dan fleksibilitas yang akan dimiliki seseorang atas situsnya.

Tema dan Plugin sebagai Elemen Penting

Ada dua elemen penting yang perlu diingat ketika mulai membangun sebuah situs WordPress, yaitu tema dan plugin.

Pertama, tema. Tema adalah komponen yang akan menentukan tampilan dan nuansa dari sebuah situs web. Tersedia ribuan pilihan tema, baik yang gratis maupun premium, untuk dipilih sesuai kebutuhan. Setiap tema umumnya dapat disesuaikan lebih lanjut dari segi warna, tata letak, dan tipografi, tanpa memerlukan kemampuan mendesain dari awal. Sejak versi 5.0, WordPress juga menghadirkan editor blok bernama Gutenberg, yang memungkinkan penyusunan halaman dengan menyusun blok konten secara visual, seperti paragraf, gambar, dan galeri, tanpa perlu menulis kode apa pun.

Kedua, plugin. WordPress memungkinkan penambahan plugin untuk menghadirkan fungsi baru pada sebuah situs web. Sebagai contoh, Yoast SEO membantu mengoptimalkan konten untuk mesin pencari, WooCommerce menghadirkan fungsi toko daring lengkap, dan Elementor memudahkan penyusunan tata letak halaman tanpa menulis kode. Plugin lain juga tersedia untuk kebutuhan meningkatkan keamanan, mempercepat waktu muat situs, hingga menambahkan formulir kontak. Perlu dicatat bahwa contoh-contoh ini hanyalah sebagian dari sekian banyak pilihan yang tersedia di direktori resmi WordPress maupun dari pengembang pihak ketiga.

WordPress untuk Berbagai Kalangan Pengguna

Secara ringkas, WordPress adalah alat gratis yang dapat digunakan untuk membangun sebuah situs web tanpa perlu mengetahui kode pemrograman. WordPress digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari individu seperti blogger dan pemilik usaha kecil, hingga perusahaan besar dan bahkan lembaga pemerintahan. Dengan cakupan pengguna yang seluas itu, WordPress dapat dikatakan sebagai platform yang dirancang untuk dapat diakses oleh siapa saja.

Komentar